|
Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) dibentuk dengan KEPRES Nomor 89 Tahun 1996 yang kemudian disempurnakan dengan KEPRES Nomor 9 Tahun 1998.
Dalam Keputusan tersebut KAPET diartikan suatu wilayah geografis dengan batas-batas tertentu yang memenuhi persyaratan :
- Memiliki potensi untuk cepat tumbuh.
- Mempunyai sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi diwilayah sekitar.
- Memerlukan investasi yang besar bagi pengembangannya.
Ketua BP. KAPET Bima adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat sebagaimana ditetapkan dalam KEPRES Nomor 150 Tahun 2000. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 dan PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRW), KAPET adalah salah satu wilayah strategis Nasional.
Potensi Sumber Daya Alam
Wilayah KAPET Bima terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat meliputi Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu yang memiliki Sumber Daya Alam seluas 692.145 Ha, dengan batas-batas : Sebelah Utara : Laut Flores Sebelah Selatan : Samudra Hindia Sebelah Timur : Selat Sape Sebelah Barat : Kabupaten Sumbawa
Sumber Daya Alam tersebut diperuntukkan sebagai Kawasan Lindung 438.296 Ha dan Kawasan Budidaya 253.854 Ha.
Dalam kawasan tersebut terdapat kawasan sumber daya alam yang dapat diberdayakan lebih potensial lagi untuk pengembangan budidaya perkebunan/tanaman keras yang terdiri dari tegalan seluas 75.958 Ha dan Padang Rumput, Ladang dan lahan yang belum diusahakan seluas 55.644 Ha.
Peta Tata Ruang Kapet Bima

Sumber Daya Manusia
Jumlah penduduk wilayah KAPET Bima pada Tahun 2006 adalah 736.301 jiwa yang terdiri dari penduduk Kabupaten Bima 410.275 jiwa dan Kabupaten Dompu 286.414 jiwa.
Laju pertumbuhan penduduk KAPET Bima (2002-2006) rata-rata 1,83 % pertahun yang terdiri dari laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bima 1,24 %, Kota Bima 1,62 % dan Kabupaten Dompu 2,62 %.
Penduduk 10 tahun keatas di wilayah KAPET Bima sebanyak 363.104 jiwa yang terdiri dari penduduk 10 tahun keatas di Kabupaten Bima sebanyak 203.778 Orang, Kota Bima 81,459 Orang dan Kabupaten Dompu 77.867 Orang.
Penduduk 10 tahun ke atas tersebut di atas 44,95 % tidak/belum pernah sekolah dan tidak/belum tamat SD. Sedangkan penduduk yang dikategorikan berpendidikan SD/SLTP adalah 37,15 % dan yang dikategorikan pendidikan SLTA sebanyak 83.041 jiwa sedangkan penduduk yang berpendidikan Perguruan Tinggi/Akademik sebanyak 2,43 %.
Visi
Berdasarkan kondisi ekonomi regional wilayah KAPET Bima dan Kebijakan Pembangunan Nasional dan Daerah, maka visi pengembangannya adalah mewujudkan KAPET Bima sebagai pusat pertumbuhan ekonomi untuk mendorong pengembangan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan berperan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah KTI dengan memanfaatkan potensi alam, khususnya pengembangan agroindustri dan wisata bahari.
Misi
Mendorong kegiatan perekonomian wilayah agar mampu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup penduduk lokal melalui :
- Meningkatkan pengembangan komoditas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Kelautan serta Komoditas Pertambangan dan industri Pengolahannya.
- Mengembangkan obyek wisata bahari dan alam yang potensial dengan memanfaatkan keuntungan lokasi KAPET Bima.
Kebijaksanaan Pokok
- Pengembangan kawasan-kawasan andalan yang mempunyai potensi cepat tumbuh sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
- Pengembangan sektor-sektor unggulan yang dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi wilayah Lokal, Nasional dan Internasional.
- Peningkatan Sumber Daya Manusia.
- Pengembangan prasarana dan sarana pendukung yang dibutuhkan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
- Pemberian berbagai insentif baik fiskal dan kemudahan bagi pengembangan investasi dunia usaha.
Pengurus Kapet Bima
|